Sejarah Desa

Ubol Alung merupakan sebuah Desa yang terletak di dalam wilayah Undang-Undang Nomor 47 tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Nunukan, Kab. Malinau, Kab. Kutai Timur, Kab. Barat dan Kota Bontang. dan berada di wilayah Administrasi Kecamatan Lumbis Ogong. Nama Ubol Alung berasal dari dua kosa kata yakni ” UBOL dan ALUNG ” kata Ubol adalah sebuah anak sungai  yang terletak di seberang kampung desa Ubol alung, sedangkan Alung di ambil dari bahasa Dayak Agabag yang artinya Muara jika disatukan dalam bahasa indonesia kata Ubol ALung berarti ” Ubol Muara”.

Secara Geografis Desa ubol Alung berada pada titik koordinat  50 N  0456749 UTM 0433143  dengan luas wilayah 13.400 km2 yang dihuni oleh 211 jiwa di tahun 2016 dengan etnis  mayoritas Dayak Agabag,
secara administrasi desa Ubol Alung berbatasan dengan : Sebelah Utara berbatasan dengan desa Nansapan dan ubol sulok : sebelah timur berbatasan dengan : desa sujau kec. Sebuku, sebelah Barat dan selatan berbatasan dengan : desa Batung.
desa ubol alung sudah ada jauh sebelum Indonesia  merdeka. Masyarakat desa Ubol Alung dulunya  pernah mendiami beberapa tempat disekitar wilayah ubol alung dengan sebutan tempat tinggal Balayan ( bahasa Dayak Agabag ) ( Balayan = tempat bermukim pada zaman dahulu). Balayan yang pertama yang merekan tempati adalah ” Balayan Tinapan DA TON ” yang terletak disekitar wilayah gunung Buulu,setelah itu mereka berpindah lagi di balayan PIPIASAW yang terletak di hulu sungai sumagalu, setalah lama bermukim dibalayan tersebut seiring waktu berjalan masyarakat ubol alung juga melakukan hal yang sama yaitu berpindah tempat di ” balayan Batang’ yang terletak di anak sungai siang Galing setekah beberapa lama bertempat tinggal dibalayan batang masyarakat ubol alung juga melakukan perpindahan di “Balayan Dungus Yadak”  dan pada saat itulah masayarakat desa ubol alung mengangkat Pambangkal ( Kepala Desa ) pertama yaitu Bapak KALUNDUKAN ( Alm) dan setelah Bapak Kalundukan meninggal Dunia  diangkat lah Bapak LINGKUNGAN sebagai Pambakal kedua setelah beberapa tahun lamanya memimpin desa ubol alung terjadi perpindahan di Balayan Natuban, setelah bapak lingkungan  meninggal dunia maka diangkat lah Yaki BAKULIT sebagai Pambakal Ketiga dan setelah Yaki Bakulit meninggal Dunia digantikan oleh Bapak BULISANG sebagai pambakal keempat, dalam kepemimpinan Bapak Bulisang mereka  berpindah tempat di balayan Dungus Sumagalu dan setelah lama mendiami balayan tersebut terjadi juga perpindahan dimana tempat Desa Ubol Alung bermukim sekarang ini. seiring berjalannya waktu lahirlah anak laki-laki Bapak Bulisang yang diberi nama KULUMPUK dengan maksud untuk dingat anak cucunya bahwa desa ubol alung adalah Ketua Kelompok yang ada di desa kelompok Ubol. setelah bapak Bulisang meninggal Dunia maka diangkatlah BAKALAJA selaku Pambakal / Kepala Desa Kelima ( Zaman orede Lama dan Orde Baru) setelah beberapa puluh tahun Kepemimpinan bakalaja beliau di gantikan oleh Bapak Yagai Kepala Desa kelima melalui Pemelihan ( zaman Orde Baru ) dikepemimpinan bapak yagai berkisar sekitar dua periode, setelah dua periode maka diadakan pemilihan Kepala Desa Ubol Alung maka terpilih MURIONO ( zaman Reformasi) sebagai Kepala Desa Keenam  dan Bapak Muriono Terpilih Kembali Melalui Pemilihan Kepala Desa Secara langsung periode 2015-2021.
secara garis keturunan masyarakat desa ubol alung hanya berasal dari ( satu ) keturunan yaitu Yaki SUMAKAP. yaki Sumakap benakak yaki Yamias dan yaki Yangidum, yaki Yamias  beranak Yaki PUDA,Yaki Dayo dan YAki Juala. sedangkan yaki Yangidum Beranak Yaki Ibit dan seterusnya hingga kepala Desa dan masyarakat desa ubol alung saat ini ( silsilah  keturunan ada di arsip Desa Ubol Alung ).


Facebook Comments